Ngga tau
kenapa aku selalu lemah saat mendengar kamu dengan dia. Sangat lemah. Tidak
bisa berkata – kata apa lagi setelah mendengar cerita kamu dengan dia. Hanya
bisa diwakili dengan air mata dan senyum tegar.
Kamu
menanti dia dan aku menanti kamu. kamu mengejar dia tapi aku mengejar kamu.
kamu berharap sama dia, dia berharap sama kamu dan aku juga berharap sama kamu.
Akan
terus seperti itu dan tidak ada habisnya. Kadang aku sudah punya niat untuk
mengalah tapi kamu sangat sulit untuk aku lepas.
Apa aku
harus bertahan dalam posisi ini ? Posisi yang sangat tidak menguntungkan bagiku
dan hanya menyakitkan hatiku sendiri. Dan apa aku harus bertahan sementara kamu
tidak peduli dengan apa yang aku rasakan ? Mungkin kamu sudah menghargai aku
untuk tidak bercerita tentang dia lagi, tapi temanmu selalu bercerita tentang
kamu dan dia.
Aku
harus seperti apa merespon ceritanya ? apa aku harus terus memasang senyum dan
tawa saat mendengarnya padahal hatiku menangis ? apa aku harus memasang wajah
tegar padahal sebenarnya diri ini rapuh ?
Semuanya
memang sakit tapi aku ngga bisa buat berhenti kepoin tentang kamu, ngestalk
kamu dan dia walaupun akhirnya memang nyesek.
Mungkin
selama ini kamu ngga tau kenapa aku tiba – tiba diam, itu berarti aku sudah
mendengar sesuatu tentang kamu dan dia. Aku memang ngga pernah bilang apa yang
sedang terjadi sama aku. Karna aku ngga mau terlihat lemah depan kamu. aku ngga
mau terlihat rapuh. Aku hanya ingin terlihat seperti aku yang tegar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar